Dibawah ini adalah status FB terbaru dari K. H. Muhammad Arifin Ilham, silahkan untuk di baca. Insya Allah sangat berguna bagi kita semua. Amien.
Assalaamu alaikum warahmatullahi wa barkaatuh, Salam, rahmat & berkah ALLAH u kita semua...aamiin. Sahabatku, mari kita kenali perbuatan dosa yg dimurkai ALLAH dlm ALQUR'AN & HADIST2 RASULULLAH, tentu dg mengenalnya agar kita bisa menjauhinya &
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?K. H. Muhammad Arifin Ilham
Bagian pertama, Mengapa Sulit Khusyu' dalam sholat?, Karena 1, Memang belum mengenal ALLAH kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal Sifat, Af'al & AsmaNYA, DIa yg menciptakan manusia, hewan, tumbuh2an, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak2ku, semua yg kulihat, semua yg kudengar, semua yg bergerak, semua yg berada dilangit & dibumi, semua dihidupkanNYA " Al Muhyi" & semua akan dimatikanNYA "Al Mumiitu", semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" & kekuasaanNYA "Al Qodiiru", DIAlah yg mengatur semuanya "Ar Robbu", DIAlah yg mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS3:26-27). DIa Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran & lintasan pikiran kita & DIA Maha Mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut & rintihan hati hambaNYA, Lantas sadarkah kita bahwa DIA YANG SEGALA GALANYA yg kita hadapi dalam sholat selama ini?, Bisakah hati & pikiran kita lari saat sholat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa ma'siyat sementara DIA TERUS MENERUS MEMPERHATIKAN kita?
DIA MELAPANGKANMU supaya kamu tidak terjepit dalam kesempitan, dan DIA menyempitkanmu supaya kamu tidak hanyut dalam kelapangan, dan DIA melepaskan kamu dari keduanya supaya kamu tidak terpengaruh pada selain-NYA. -Ibnu Athaillah Al Askandary-PERMINTAAN orang2 yang ma'rifat kepadaNYA, hanyalah semoga dapat serius dalam pengabdian, dan konsisten dalam menunaikan hak-hak Ilahiyah. -ibnu athaillah-
BAGAIMANA MUNGKIN segala sesuatu bisa menghalangi-NYA, sementara Dia selalu tampak pada segala sesuatu? (Kaifa yutashawwaru an yahjubahu syai-un wa huwa alladzi dhahara bikulli syai-in?) -Al Hikam Ibn Athaillah—JIKA KAMU ingin mengetahui kedudukan (kadar) mu di sisi NYA, maka perhatikanlah di mana DIA meletakkan ordinatmu.
Berikut ini adalah HIKMAH-HIKMAH dari seorang ‘Alim Allamah Syeikh Ibnu Athaillah Al Askandary yang sempat saya tuliskan dalam status facebook saya, karena saya kebetulan seorang facebookers (kata teman saya sih ‘kitabul wajhi’) :). Hikmah-hikmah yang tertulis di bawah ini sebenarnya hanya untuk memudahkan saya membaca kembali dan mengulang kata-kata hikmah yang sudah lama terlewatkan dalam status facebook. Dengan di tulis kembali
MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Tingkat Kabupaten Indramayu adalah MTQ lanjutan dari MTQ kecamatan dan berawal dari MTQ tingkat desa. MTQ tingkat Kabupaten Indramayu saat ini insya allah akan dilaksanakan dan bertempat di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Daerah yang jaraknya dari ibu kota kabupaten kurang lebih berjarak 90-100 km. Dari kota kabupaten, letak daerah itu (Kec. Gantar) adalah
Setelah Dewan Negara dilantik, pada 16 januari 1979, Mohammad Syah Reza didampingi istri meninggalkan Iran dengan pesawat pribadi. Syah tampak pucat dan tegang meninggalkan Iran. Orang-orang kepercayaannya tidak ada satu pun yang mengantarkan sampai bandara, termasuk ulama yang biasanya mengantar dengan meletakkan al-Qur’an di atas kepala Syah setiap lawatannya ke luar negeri. Bahkan, orang kepercayaannya di kalangan militer, seperti Jenderal Azhari dan Jenderal Oveissyi, Gubernur Militer, telah mendahului meninggalkan Iran tanpa sepengetahuannya.Pengangkatan Syahpur Bakhtiar tidak membuat situasi Iran lebih baik, meskipun semua tuntutan rakyat Iran dituruti, seperti dicabutnya SOB (Undang-Undang Bahaya),
D. Peristiwa Revolusi Iran Tanda-tanda kejatuhan Dinasti Pahlevi mulai terlihat pada awal tahun 1977. Pada saat itu, Presiden Amerika yang baru dilantik, Jimmy Charter, menjadikan isu Hak Asasi manusia sebagai arah dalam kebijakan luar negerinya. Iran sebagai salah satu sekutu Amerika harus menerima kebijakan itu kalau ingin bantuan Amerika kepada Iran pada sektor ekonomi dan militer tetap berlanjut. Dalam kondisi seperti ini, mau tidak mau, rezim Syah harus mengikuti kebijakan Amerika karena secara faktual Iran sangat tergantung kepada Amerika. Pada Pebruari 1977, Syah melepaskan 357 tahanan politik. Sayangnya, kebijakan yang cukup populer ini tidak diikuti dengan kesungguhan Syah untuk mengungkap segala penyiksaan dan penindasan yang telah ia lakukan terhadap para lawan politiknya.
C. Perlawanan Kaum OposisiProgram modernisasi menimbulkan beberapa dampak yang sangat menonjol terhadap masyarakat Iran. Ia memperbanyak kader intelektual, pegawai, militer, menejer perusahaan, tenaga kerja ahli didikan Barat atau yang terdidik dalam sistem pendidikan modern. Sejak awal program tersebut membangkitkan kecemasan ulama yang akhirnya menimbulkan perlawanan kalangan ulama pedagang dan kalangan artisan, dan intelektual haluan kiri yang menentang konsolidasi kekuasaan rezim Syah, ketergantunagn pada dukungan asing, dan beberapa kebijakan yang menimbulkan suramnya ekonomi bagi kaum petani dan bagi kelas menengah ke bawah. Lebih lagi, gerakan oposisi tersebut berusaha menentang model pemerintah-an rezim yang otoriter.
B. Dinasti Pahlevi
1. Periode Reza Khan (1925-1941)
Reza Khan pada masa Dinasti Qajar adalah seorang pejabat dalam Brigade Cossack, yang berkuasa sebagai Panglima Militer dan sebagai Menteri Pertahanan. Karena posisinya itu, ia mampu mengkonsolidasikan pengaruhnya di kalangan pasukan militer dan kepolisian. Pada kesempatan yang sama, unsur kekuatan kesukuan dan unsur propinsional melemah, sehingga memudahkan Reza Khan untuk menguasai seluruh wilayah negeri. Pada 1925, ia menjadikan dirinya sebagai Syah Iran, dan pendiri kerajaan konstitusional (monarki) sekaligus pendiri dinasti Pahlevi, yang berlangsung hingga tahun 1979.
1. Periode Reza Khan (1925-1941)
Reza Khan pada masa Dinasti Qajar adalah seorang pejabat dalam Brigade Cossack, yang berkuasa sebagai Panglima Militer dan sebagai Menteri Pertahanan. Karena posisinya itu, ia mampu mengkonsolidasikan pengaruhnya di kalangan pasukan militer dan kepolisian. Pada kesempatan yang sama, unsur kekuatan kesukuan dan unsur propinsional melemah, sehingga memudahkan Reza Khan untuk menguasai seluruh wilayah negeri. Pada 1925, ia menjadikan dirinya sebagai Syah Iran, dan pendiri kerajaan konstitusional (monarki) sekaligus pendiri dinasti Pahlevi, yang berlangsung hingga tahun 1979.
2. Penaklukan Islam Sampai Munculnya Dinasti SafaviDi pertengahan abad ke-7 M, terjadilah sebuah peristiwa yang merubah nasib Iran. Tentara Arab menaklukkan negara tersebut dan kebanyakan rakyat Iran kemudian menganut agama Islam. Alasan bagi keberhasilan pesat agama baru itu tidak sulit untuk dicari. Di samping kesemua pencapaian yang demikian menakjubkan, Kerajaan Sassania dicirikan dengan adanya penindasan yang ekstrim terhadap rakyat. Dengan memperkenalkan Islam, bangsa Arab mengganti kepercayaan kuno Persia, Zoroastrianisme, dan sejak saat itu hingga hari ini, orang Persia menjadi Muslim. Namun, warna Islam mereka dari awalnya agak berbeda dengan yang dimiliki oleh Muslim yang lain. Mereka mengisinya dengan warna-warna Iran yang spesifik ketika bangsa Persia itu menganut agama Is¬lam dalam bentuk Syi’ah yang heterodoks dan meng¬gunakannya sebagai senjata yang digunakan untuk melawan para penguasa Arab.
Air mata saya meleleh, beberapa tahun lalu, saat membaca sebuah part dari tulisan Anjar Nugroho (dibawah ini) dengan perasaan haru bercampur kenangan 1998 di negeri sendiri yang sempat dilihat, didengar dan dirasakan oleh mata kepala sendiri, bahwa saya pernah mengalami dan melihat langsung sebuah kekuasaan (lebih tepatnya Rezim Otoriter/Otoritarianisme) runtuh. Sebuah Kekuasaan Absolut Despotik dan otoriter. Disini (1998) keadaannya mungkin lebih baik di bandingkan di sana.. dan di bandingkan masa Revolusi Indonesia 60an dulu. Tulisan, yang menumpahka air mata saya itu, adalah penggalan sebuah artikel dalam majalah Amerika, Newsweek yang menulis seperti di bawah ini:“When they came close, the armed forces ordered the demonstrators to disperse but instead of retreating, the demonstrators disobeyed the order and went on to cross the warning line, slowly choking from teargas fumes, but unwilling to go back. Finally the troops raised their guns,
Sehubungan dengan makin sulit dan rumitnya materi yang akan diterjemahkan (menurut kemampuan saya tentunya) dan sedikitnya waktu yang tersedia untuk menterjemahkan, maka terjemahan AYUHAL WALAD akan terus saya usahakan, walaupun dengan cara sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah kualitas terjemahan tetap terjaga.
Di bawah ini akan ada sedikit pengulangan dari terjemahan sebelumnya (NASEHAT KEDUA PULUH SATU) untuk menghindari kebingungan bagi para pembaca, karena terjemahan sebelumnya berhenti tidak di tempat (paragraf) yang semestinya. Tanpa banyak basa basi lagi, silahkan simak selengkapnya di bawah ini.
Di bawah ini akan ada sedikit pengulangan dari terjemahan sebelumnya (NASEHAT KEDUA PULUH SATU) untuk menghindari kebingungan bagi para pembaca, karena terjemahan sebelumnya berhenti tidak di tempat (paragraf) yang semestinya. Tanpa banyak basa basi lagi, silahkan simak selengkapnya di bawah ini.
NASEHAT KESEMBILAN BELAS
Wahai Anakku, Mulai besok, janganlah kamu bertanya kepadaku tentang sesuatu yang menyulitkanmu kecuali dengan bahasa hati, karena Allah berfirman :
WALAU ANNAHUM SHABARUU HATTA TAHRUJA ILAIHIM LAKANA KHAIRAN LAHUM (Seandainya mereka sabar sampai datang kepada mereka maka lebih baik bagi mereka).
Dan terimalah nasehat Nabi Khidr AS. Ketika dia berkata:
FALA TASALNI ‘AN SYAIIN HATTA UHDITSA LAKA MINHU DZIKRA (Janganlah kamu (Musa) bertanya kepadaku tentang sesuatu sampai aku sampaikan kepadamu penjelasannya)
Janganlah terburu-buru sampai dating waktunya akan terbuka dan terlihat olehmu SAURIKUM AYATI FALA TASTA’JILUN (akan aku perlihatkan tanda-tanda-Ku kepadamu, maka jangan terburu-buru). Jangan bertanya kepadaku sebelum waktunya. Dan yakinlah/percayalah tidak akan sampai kecuali dengan sebuah perjalanan. Karena firman Allah SWT : AWALAM YASIRU FIL ARDI FAYANDHURU (apakah kamu sekalian tidak berjalan di muka bumi dan melihat)?
Wahai Anakku, Mulai besok, janganlah kamu bertanya kepadaku tentang sesuatu yang menyulitkanmu kecuali dengan bahasa hati, karena Allah berfirman :
WALAU ANNAHUM SHABARUU HATTA TAHRUJA ILAIHIM LAKANA KHAIRAN LAHUM (Seandainya mereka sabar sampai datang kepada mereka maka lebih baik bagi mereka).
Dan terimalah nasehat Nabi Khidr AS. Ketika dia berkata:
FALA TASALNI ‘AN SYAIIN HATTA UHDITSA LAKA MINHU DZIKRA (Janganlah kamu (Musa) bertanya kepadaku tentang sesuatu sampai aku sampaikan kepadamu penjelasannya)
Janganlah terburu-buru sampai dating waktunya akan terbuka dan terlihat olehmu SAURIKUM AYATI FALA TASTA’JILUN (akan aku perlihatkan tanda-tanda-Ku kepadamu, maka jangan terburu-buru). Jangan bertanya kepadaku sebelum waktunya. Dan yakinlah/percayalah tidak akan sampai kecuali dengan sebuah perjalanan. Karena firman Allah SWT : AWALAM YASIRU FIL ARDI FAYANDHURU (apakah kamu sekalian tidak berjalan di muka bumi dan melihat)?
NASEHAT KEENAM BELAS
Wahai Anakku, Seandainya kamu mengerti hadits diatas, maka tidak butuh kepada ilmu yang banyak. Dan renungkanlah cerita (hikayat) yang berikut ini.
Pada suatu hari, Hatim bin Asham ra. Bercakap-cakap dengan temannya Syaqiq al Balkhi ra. Syaqiq berkata, “Anda telah menemaniku selama tiga puluh tahun, apa yang kamu dapatkan dalm rentang waktu itu? Hatim menjawab : “Aku mendapatkan delapan manfaat dari ilmu, dan itu membuatku merasa puas, karena saya berharap keselamatan dan kesuksesan dari nya. Syaqiq berkata: “Apa itu?”. Hatim menjawab:
Pertama, aku melihat manusia aku dapati tiap-tiap dari mereka mempunyai seorang kekasih yang di sayangi dan dirindukan, mereka saling mencintai dan menyayangi. Sebagian dari para terkasih itu menemaninya sampai mati, sebagian lagi sampai liang lahat, kemudian semuanya kembali dan meninggalkannya sendirian (dalam kubur) tidak ada satu pun yang mengikutinya masuk dalam liang lahat. Maka aku berfikir dan berasumsi bahwa,
Wahai Anakku, Seandainya kamu mengerti hadits diatas, maka tidak butuh kepada ilmu yang banyak. Dan renungkanlah cerita (hikayat) yang berikut ini.
Pada suatu hari, Hatim bin Asham ra. Bercakap-cakap dengan temannya Syaqiq al Balkhi ra. Syaqiq berkata, “Anda telah menemaniku selama tiga puluh tahun, apa yang kamu dapatkan dalm rentang waktu itu? Hatim menjawab : “Aku mendapatkan delapan manfaat dari ilmu, dan itu membuatku merasa puas, karena saya berharap keselamatan dan kesuksesan dari nya. Syaqiq berkata: “Apa itu?”. Hatim menjawab:
Pertama, aku melihat manusia aku dapati tiap-tiap dari mereka mempunyai seorang kekasih yang di sayangi dan dirindukan, mereka saling mencintai dan menyayangi. Sebagian dari para terkasih itu menemaninya sampai mati, sebagian lagi sampai liang lahat, kemudian semuanya kembali dan meninggalkannya sendirian (dalam kubur) tidak ada satu pun yang mengikutinya masuk dalam liang lahat. Maka aku berfikir dan berasumsi bahwa,
NASEHAT KETIGA BELAS
Wahai Anakku, Intisari ilmu adalah engkau mengetahui apa itu taat dan ibadah.
Ketahuilah Taat dan Ibadah adalah mengikuti pembuat Syari’at (Allah) dalam melaksanakan perintah-Nyad dan menjauhi larangan-Nya dengan ucapan dan perbuatan. Yaitu, semua yang engkau katakana, perbuat dan tinggalkan adalah mengikuti syari’at. Seperti seandainta engkau berpuasa pada hari raya dan hari-hari tasyrik adalah melanggar Allah (ma’siat). Atau shalat dengan pakaian ghasab (pinjam tanpa izin), walaupun kelihatannya (tampaknya) kita sedang beribadah, sesungguhnya kita sedang melakukan dosa.
Wahai Anakku, Intisari ilmu adalah engkau mengetahui apa itu taat dan ibadah.
Ketahuilah Taat dan Ibadah adalah mengikuti pembuat Syari’at (Allah) dalam melaksanakan perintah-Nyad dan menjauhi larangan-Nya dengan ucapan dan perbuatan. Yaitu, semua yang engkau katakana, perbuat dan tinggalkan adalah mengikuti syari’at. Seperti seandainta engkau berpuasa pada hari raya dan hari-hari tasyrik adalah melanggar Allah (ma’siat). Atau shalat dengan pakaian ghasab (pinjam tanpa izin), walaupun kelihatannya (tampaknya) kita sedang beribadah, sesungguhnya kita sedang melakukan dosa.
NASEHAT KESEPULUH
Wahai Anakku, Seandainya Ilmu an sich sudah cukup, dan tidak memerlukan amal selain hanya ilmu saja, maka panggilan : HAL MIN SAILIN? HAL MIN MUSTAGHFIRIN, HAL MIN TAIBIN? Sia-sia tanpa manfaat.
Diriwayatkan bahwa jamaah dari para Sahabat ra. Menceritakan Abdullah bin Umar ra. Kepada Rasulullah SAW. Rasul bersabda: “Sebaik-baik orang adalah dia, seandainya dia shalat di malam hari”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepada salah satu sahabatnya: “Wahai fulan, jangan terlalu banyak tidur, karena sesungguhnya banyak tidur di malam hari membuat miskin (pelakunya) di hari kiamat”.
Wahai Anakku, Seandainya Ilmu an sich sudah cukup, dan tidak memerlukan amal selain hanya ilmu saja, maka panggilan : HAL MIN SAILIN? HAL MIN MUSTAGHFIRIN, HAL MIN TAIBIN? Sia-sia tanpa manfaat.
Diriwayatkan bahwa jamaah dari para Sahabat ra. Menceritakan Abdullah bin Umar ra. Kepada Rasulullah SAW. Rasul bersabda: “Sebaik-baik orang adalah dia, seandainya dia shalat di malam hari”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepada salah satu sahabatnya: “Wahai fulan, jangan terlalu banyak tidur, karena sesungguhnya banyak tidur di malam hari membuat miskin (pelakunya) di hari kiamat”.
NASEHAT KETUJUH
Wahai Anakku, Tidak ada yang engkau hasilkan dari ilmu yang engkau punya, seperti ilmu kalam, khilaf, kedokteran, obat-obatan, syair, perbintangan/ astronomi, materi, nahwu, sharf, selain menghabiskan umur ketika dilakukan tanpa Allah SWT.
Aku pernah baca dalam Kitab Injil (Bibel) nya Nabi Isa AS, bahwa: Ketika seorang mayit (jenazah) diletakkan dalam peti kemudian akan di letakkan di tepi kuburan, Allah SWT dengan keagungannya bertanya kepadanya empat puluh pertanyaan. Yang pertama Allah bertanya: Wahai hambaku, engkau bersih dihadapan makhluk/ manusia selama bertahun-tahun, sedangkan engkau tidak sesaat pun bersih dihadapan-Ku. Padahal setiap hari hati nuranimu mengisyaratkan. Allah berfirman: Mengapa engkau melakukan nya untuk selain Aku sedangkan engkau dipenuhi oleh kebaikan-kebaikan-Ku? Apakah kamu bisu tidak mendengar!
Wahai Anakku, Tidak ada yang engkau hasilkan dari ilmu yang engkau punya, seperti ilmu kalam, khilaf, kedokteran, obat-obatan, syair, perbintangan/ astronomi, materi, nahwu, sharf, selain menghabiskan umur ketika dilakukan tanpa Allah SWT.
Aku pernah baca dalam Kitab Injil (Bibel) nya Nabi Isa AS, bahwa: Ketika seorang mayit (jenazah) diletakkan dalam peti kemudian akan di letakkan di tepi kuburan, Allah SWT dengan keagungannya bertanya kepadanya empat puluh pertanyaan. Yang pertama Allah bertanya: Wahai hambaku, engkau bersih dihadapan makhluk/ manusia selama bertahun-tahun, sedangkan engkau tidak sesaat pun bersih dihadapan-Ku. Padahal setiap hari hati nuranimu mengisyaratkan. Allah berfirman: Mengapa engkau melakukan nya untuk selain Aku sedangkan engkau dipenuhi oleh kebaikan-kebaikan-Ku? Apakah kamu bisu tidak mendengar!
NASEHAT KEEMPAT
Wahai Anakku, Sesuatu yang tidak engkau kerjakan tidak akan mendapatkan pahala. Di ceritakan bahwa seorang laki-laki dari bani Israil telah mengabdi kepada Allah SWT. Selama tujuh puluh tahun. Kemudian Allah melemparkan orang itu kepada Malaikat. Kemudia Allah mengutus malaikat-malaikat yang memberikan kabar bahwa Orang itu, dengan ibadah-ibadah yang telah dilakukannya itu, tidak pantas untuk masuk syurga.
Ketika didatangi malaikat sang hamba berkata: Kami di ciptakan untuk beribadah, maka sudah seharusnya bagi kami untuk beribadah kepada-Nya. Ketika malaikat-malaikat itu kembali, mereka berkonsultasi kepada Allah: Tuhanku engkau lebih tahu dengan apa yang dia katakana. Kemudian Allah berfirman : “Ketika dia tidan pernah berpaling dari beribadah kepada-Ku maka kami dengan kemurahan hati tidak akan berpaling darinya. Saksikanlah wahai para malaikatku sesungguhnya aku telah mengampuninya”.
Wahai Anakku, Sesuatu yang tidak engkau kerjakan tidak akan mendapatkan pahala. Di ceritakan bahwa seorang laki-laki dari bani Israil telah mengabdi kepada Allah SWT. Selama tujuh puluh tahun. Kemudian Allah melemparkan orang itu kepada Malaikat. Kemudia Allah mengutus malaikat-malaikat yang memberikan kabar bahwa Orang itu, dengan ibadah-ibadah yang telah dilakukannya itu, tidak pantas untuk masuk syurga.
Ketika didatangi malaikat sang hamba berkata: Kami di ciptakan untuk beribadah, maka sudah seharusnya bagi kami untuk beribadah kepada-Nya. Ketika malaikat-malaikat itu kembali, mereka berkonsultasi kepada Allah: Tuhanku engkau lebih tahu dengan apa yang dia katakana. Kemudian Allah berfirman : “Ketika dia tidan pernah berpaling dari beribadah kepada-Ku maka kami dengan kemurahan hati tidak akan berpaling darinya. Saksikanlah wahai para malaikatku sesungguhnya aku telah mengampuninya”.
WAHAI ANAKKU
Diterjemahkan dari Kitab Ayyuhal Walad.
(Syeikh Hujjatul Islam Al Ghazali)
Oleh: Ahmad Wasim
MUKADDIMAH
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Akibat baik hanya untuk orang-orang yang bertaqwa. Shalawat dan salam bagi Nabi-Nya Muhammad SAW, keluarganya semua. Amin
Diterjemahkan dari Kitab Ayyuhal Walad.
(Syeikh Hujjatul Islam Al Ghazali)
Oleh: Ahmad Wasim
MUKADDIMAH
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Akibat baik hanya untuk orang-orang yang bertaqwa. Shalawat dan salam bagi Nabi-Nya Muhammad SAW, keluarganya semua. Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact