Monday, July 19, 2010

TUHAN BEKERJA DENGAN CARA YANG MISTERIUS

Terkagum-kagum saya dengan judul bab satu maha karya Jalaluddin Rumi (fihi ma fihi), “Tuhan Bekerja Dengan Cara Yang Misterius”. Begitu juga ketika judul itu saya tuliskan dalam status facebook, beberapa orang memberikan komentar dan salah satunya malah ingin membaca bukunya langsung. ‘Penasaran’, katannya. Apa yang terkandung dalam tulisan Rumi itu? Dibawah ini akan saya coba menuliskannya sesuai apa yang saya tangkap (sesuai kapasitas saya) dari tulisan dengan judul “Tuhan Bekerja Dengan Cara Yang Misterius”.

Nampaknya Rumi sedang dalam sebuah kegundahan akan makin luasnya ‘ekspansi’ Islam. Ketika ‘ekspansi’ Islam makin luas ketika itu pula Islam semakin mundur. Ini adalah sesuatu yang kontradiktif dan seharusnya tidak boleh terjadi, mungkin begitu kegundahan beliau dalam hatinya. Kegelisahannya dia ungkapkan dalam tulisan itu.

Dia menulis, mendeskripsikan, kemenangan Rasululah dalam peperangan yang dilakukannya. Lebih khusus Dia menceritakan tentang cara Rasulullah memenangkan sebuah peperangan dan cara lawan mengaku ‘kalah’ terhadap pasukan Islam. Lebih tepatnya Rumi menceritakan tentang apa yang dilakukan Rasulullah ‘pasca perang’ terhadap para tahanan.

Kemudian Rumi menjelaskan bahwa kemunduran Islam dalam ekspansinya yang semakin luas adalah karena pudarnya ‘niat’ (intension) para prajurit dan komandan perang Islam kepada sandaran yang seharusnya mereka sandarkan. Perintah Allah adalah motivasi meluaskan Islam. Islam hanya berperang atas nama Allah. Islam tidak boleh melakukan ekspansi berdasarkan alasan atas dasar selain perintah Allah.

Kemunduran Islam adalah di sebabkan oleh motivasi ‘ekspansi’ yang bukan lagi berdasarkan ‘perintah’ Allah. Mereka ‘berkolaborasi’ dengan tentara mongol dan tartar untuk tujuan memenangkan pertempuran.

Nampaknya Tuhan ‘pencemburu’ seperti betapa cemburunya Tuhan, ketika Ibrohim mulai membagi ‘cintanya’ kepada-NYA dan kepada Ismail. Ismail di perintahkan untuk di sembelih, untuk membuktikan cinta Ibrohim hanya untuk DIRINYA. Tentu saja 'khalilullah' (kekasih Allah) itu lulus dalam ujian. Terbukti dengan di gantikannya Ismail dengan seekor domba.

Kembali kepada 'ekspansi' Islam, nampaknya Tuhan cemburu dengan motivasi para tentara Islam yang sudah tidak murni lagi atas dasar motivasi ‘cinta’ hanya kepada-NYA. Wallahu a’lam.

Artikel Terkait

7 comments:

Zoraya said...

I have read this book...
Great book ever... its a masterpiece..

Heri said...

wah saya gk ngerti dengan kata2 tuhan cemburu padahal dia dapat melakukan apapun

AHMAD WASIM said...

Hehe itu hanya 'metafor' saja kang Heri..
Coba saja bayangkan Peperangan yg dilakukan Nabi yg justru membuat Islam besar dan maju.
Dengan peperangan 'ekspansi' yg dilakukan setelahnya yg justru melemahkan umat Islam...
Bukankah alasan selain Allah yg memudarkan kharisma Islam?
Dalam hadits qudsi Allah pernah bilang, kira2, Akan aku hancur leburkan segala sesuatu yg mendahulukan selain aku. entahlah..

Blog Pengembangan Diri said...

tuhan memiliki caranya sendiri dalam mengajakan manusia ke jalan kebenaran, yang penting kita tetap berada di dalam koridornya, bukan begitu mas ??? salam kenal :D

Download Kumpulan e-Book Gratis

sentraBLOG said...

" TUHAN BEKERJA DENGAN CARA YANG MISTERIUS " setuju banget...
karena kita gak akan tau apa yang akan terjadi besok atau bahkan nanti....
nice share....

Dwi said...

Sorry Bro!.... saya isi buku tamu di shoot box kok link-nya nggak nongol alias nggak nge-link ke alamat blog yang diinginkan?.......

Dwi said...

Tuhan Maha segala-galanya, Dia yang paling sempurna, dan tiada Tuhan selain Alloh, apa yang Dia rencanakan buat seisi alam semesta tak ada yang tau.........setuju banget!.....

 
;