Wednesday, August 11, 2010

BERPUASA ; BUKTI KEDEWASAAN SPIRITUAL

BERPUASA ADALAH episode selanjutnya dari fase perkembangan psikologis seorang manusia. Berpuasa adalah perkembangan psikologis dari seorang anak manusia yang tertinggi/ideal. Sebuah episode perkembangan manusia yang tidak ter-"fiksasi" dan terkungkung dalam perkembangan psikologis anak-anak yakni fase 'oral' (kesenangan pada makan, dan yang masuk ke dalam mulutnya, umur 0-1 tahun). Sebagaimana penelitian yang di lakukan seorang pakar psikologi, yakni Freud. Freud adalah bapak psikologi barat yang sangat populer dengan karyanya the development of pscology (psikologi perkembangan). Ada empat fase perkembangan manusia (anak-anak) menurut beliau. Fase pertama adalah periode Oral, bahwa seorang anak mendapatkan kebahagiaan atau kesenangan jika ada sesuatu yang masuk kedalam mulutnya. Seorang bayi 0-1 tahun merasakan kesenangan atau kenikmatan ketika ada sesuatu yang masuk kedalam mulutnya, menurut Freud. Dan pengalaman pertama bayi adalah ketika dia mendapatkan asi dari ibunya. Ketika dia tidak mendapatkan ‘asi’ maka, apapun akan coba di masukkannya ke dalam mulutnya. Itulah makanya kita sering melihat seorang bayi yang bahkan memasukan ibu jarinya sendiri ke dalam mulutnya. Dia merasakan kenikmatan dengan cara seperti itu. Ketika di lepaskan ‘dot’ atau ‘asi’ ibunya, dia menangis sejadi-jadinya. Pemenuhan akan kebutuhan oralnya harus dengan cara yang sesegera mungkin. Jika tidak, dia akan protes dengan cara menangis karena hanya itu yang dapat dia lakukan. (bayi belum bisa ‘demo’ membawa spanduk dan papan banner untuk memprotes ibunya, bukan?) he.

Selanjutnya seorang bayi masuk kedalam fase Anal (umur 1-5 tahun), fase Phalic (umur 5-10 tahun), dan fase Genital (umur 10-15 tahun). Fase Anal, Phalic dan Genital akan di jelaskan dalam sesi selanjutnya. Insya Allah.

Dengan berpuasa kita meninggalkan fase perkembangan itu jauh melewati fase 'oral', 'anal', 'phalic' dan 'genital'. Kesenangan berpuasa (berlapar-lapar, dan menahan diri) menunjukkan bahwa kita adalah manusia dewasa sehat yang tidak terganggu perkembangan psikologisnya hanya pada tingkat anak-anak. Kita menemukan kenikmatan dan kesenangan justru pada saat kita berpuasa.

Semakin dewasa manusia kebutuhannya semakin abstrak. Kebutuhannya sudah tidak lagi harus sesegera mungkin dalam pemenuhannya. Ketika ‘doa’ nya belum dikabulkan, maka manusia dewasa seperti ini akan sabar dan berbaik sangka kepada Allah, bahwa ini semua adalah yang terbaik. Inilah yang kita sebut dengan Kedewasaan Spiritual. Kedewasaan Spiritual manusia seperti inilah yang biasa kita kenal dengan TAQWA (dalam hal ini, tidak terjebak dalam fase 'oral', anal, phalic, dan genital anak2). Manusia ber-TAQWA seperti ini yang 'menggembirakan' Tuhan, membuat Tuhan bergembira bahwa ciptaannya sehat dan tidak terganggu kejiwaannya (spiritualitasnya). Hal ini terbukti dengan, Tuhan telah menyiapkan pintu syurga khusus yang di sebut dengan pintu RAYYAN untuk para SHOIMIN (mereka yang berpuasa untuk NYA). Tuhan juga berfirman: ‘Seluruh amal (perbuatan) anak adam (dilakukan) untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Berpuasa itu untuk-KU dan AKU lah yang akan memberikan pahala bagi orang-orang yang berpuasa’.

Sahl r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya di dalam surga terdapat (delapan pintu. Di sana 4/88) ada pintu yang disebut Rayyan, yang besok pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak seorang selain mereka yang masuk lewat pintu itu. Dikatakan, 'Dimanakah orang-orang yang berpuasa?' Lalu mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk darinya. Apabila mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup. Sehingga, tidak ada seorang pun yang masuk darinya."

Akhirnya, RAYYAN di persiapkan untuk manusia sehat dan dewasa yang perkembangan psikologisnya tidak terganggu (terfiksasi) dalam fase anak-anak. Dengan kata yang lain untuk manusia yang memiliki kedewasaan spiritual yang tinggi (taqwa).

Itulah sebabnya mengapa Tuhan berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas mereka sebelum kalian agar kalian bertaqwa".

wallahu a'lam. (inspired by Sigmund Freud)

***

Bergembiralah menyambut ramadhan 2010 kawan! ^_^

Marhaban Ya Ramadhan,
Selamat menunaikan Ibadah Puasa Blogger, Faceboker, Twitter, dll. Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang bertaqwa. Amien.

Jika ada yang perlu di perbaiki dari tulisan ini, atau kritik dan saran, silahkan anda komentar di bawah ini.

Artikel Terkait

4 comments:

bolehngeblog said...

pertamax ya..

Trinidad said...

I like this post...

AHMAD WASIM said...

Thanks all..
Semoga setelah bulan puasa, kita menjadi org yg bertaqwa. sesuai dg tujuan puasa. Amien.

Yohan Wibisono said...

Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

 
;